Jumat, 27 Desember 2013

KEPEMIMPINAN DALAM ORGANISASI



Oleh: Komang Mila Ariadi & Luh Widiartini

(Locus Majalah Ilmiah Fisip Vol 2 No. 1- Agustus 2013, hal 31-43)

Abstrak
 Suatu organisasi ataupun instansi tertentu memerlukan sumberdaya manusia yang handal dan berkualitas. Sebagai unsur pembentuk organisasi yang utama adalah Man, yang dalam hal ini adalah orang-orang yang ada dalam organisasi itu. Man adalah orang-orang yang tugasnya membuat organisasi itu hidup dan berkembang. Orang yang punya peranan paling utama agar organisasi itu berjalan adalah pimpinan dengan segala gaya kepemimpinan yang  diterapkan dalam memimpin organisasi. Gaya kepemimpinan sangat besar pengaruhnya terhadap eksistensi dan dinamika dalam suatu organisasi. Bagaimana pemimpin dalam melakukan perencanaan, mengorganisasikan, menggerakkan dan melakukan pengawasan serta evaluasi terhadap setiap kegiatan yang ada. Kepemimpinan yang baik dan optimal akan membawa perubahan yang terbaik dalam organisasi,  demi pencapaian tujuan dan membentuk suatu organisasi yang berkualitas.

Kata kunci : Kepemimpinan, gaya kepemimpinan dan organisasi.

Pendahuluan
Organisasi adalah suatu pola hubungan-hubungan yang melalui mana orang-orang di bawah pengarahan manajer/pimpinan mengejar tujuan bersama. Suatu organisasi baik pemerintah maupun swasta membutuhkan adanya pemimpin dan kepemimpinannya dalam membangun organisasi. Pemimpin dengan segala bentuk kepemimpinannya memainkan peran yang sangat besar dalam rangka pencapaian tujuan suatu organisasi. Dengan demikian pemimpin harus memiliki kemampuan dan ketrampilan dalam mengelola organisasinya. Menurut Stephen Murphy, (dalam Conger & Riggio, 2007)  menyoroti campuran kemampuan “technical, organizational, and strategic skills required to lead the development of innovative new products and services”., (teknis organisasi, dan keterampilan strategis yang diperlukan untuk memimpin pengembangan baru yang inovatif dalam pengelolaan produk dan jasa).
Disamping itu perilaku yang dapat dipegaruhi oleh posisi seorang pemimpin yang membentuk gaya kepemimpinan sangat berpengaruh pada perubahan dan kemajuan organisasi. Seperti apa yang diungkapkan,  Van Wart & Wang (dalam Tikhomirov, 2008: 1169) yang menyebutkan bahwa “the behavior of individual leaders, but also of a collective of individuals in leadership positions”. Ada berbagai jenis gaya kepemimpinan yang bisa diterapkan dalam suatu organisasi. Pilihan gaya kepemimpinan yang diterapkan oleh pemimpin tergantung dari pemimpin itu sendiri. Gaya kepemimpinan sangat besar pengaruhnya terhadap eksistensi dan dinamika dalam suatu organisasi. Maju mundurnya suatu organisasi dipengaruhi oleh kepemimpinan yang diterapkan oleh pemimpin dalam suatu organisasi. Tanpa adanya kepemimpinan yang handal dan berkomitmen terhadap pencapaian tujuan organisasi maka dapat dibayangkan apa yang terjadi pada organisasi tersebut.
Dalam setiap organisasi, mereka pasti memiliki tujuan dan cita-cita yang ingin dicapai. Tujuan organisasi satu dengan organisasi yang lainnya pasti memiliki perbedaan. Akan tetapi pastinya semua pemimpin dalam organisasi menginginkan yang terbaik untuk organisasinya yaitu sebuah organisasi yang maju, berkembang dan berkualitas. Semakin besar tujuan dan cita-cita yang ingin dicapai oleh suatu organisasi, maka semakin besar pula potensi kepemimpinan yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin. Maka dari itu, dalam organisasi pemimpin harus benar-benar memperhatikan gaya kepemimpinan yang mereka terapkan dalam organisasi yang mereka pimpin. Pemimpin harus peka terhadap segala situasi dan kondisi yang ada. Peka dalam artian, mereka harus bisa mencapai tujuan organisasi dengan gaya kepemimpinannya.

Definisi Kepemimpinan
Definisi tentang kepemimpinan sangat bervariasi. Banyak orang mencoba memberikan definisi tentang kepemimpinan.  Menurut Kartono ( 2003:39), beliau menyatakan bahwa ada tiga unsur yang tidak dapat dihilangkan jika berbicara kepemimpinan yaitu : 1. Kepemimpinan, berarti kemampuan mempengaruhi orang lain, bawahan atau kelompok, 2. Kepemimpinan berarti mengarahkan tingkah laku bawahan atau orang lain, 3. Kepemimpinan berarti upaya untuk mencapai tujuan pemimpin. Jadi kepemimpinan adalah proses kemampuan yang efektif dalam mempengaruhi komunikasi dan kerjasama Tim seperti berikut ini, “leadership is a process, an effectiveness which creates and communicates the team in an organization” (Kiyak, et all, 2011: 1522)  Pengertian itu mengandung makna bahwa, kepemimpinan terdiri dari dua aspek penting yaitu : 1. Adanya usaha dari pemimpin untuk mempengaruhi orang lain, 2. Tujuan-tujuan pokok yang ingin dicapai. Menurut pendapat Thoha ( 2001:5 ) menyatakan kepemimpinan merupakan aktivitas untuk mempengaruhi orang-orang supaya bisa di arahkan untuk mencapai tujuan organisasi. Berdasarkan hal itu maka, keberhasilan suatu pencapaian tujuan atau pekerjaan sangat dipengaruhi oleh kemampuan dan kualitas seorang pemimpin dalam memimpin suatu organisasi. Menurut Karyadi (1983:60) tugas pokok seorang pemimpin adalah menghantarkan, mengetahui, mempelopori, memberi petunjuk, mendidik, membimbing dan lainnya yang secara singkat dapat dikatakan mempengaruhi mereka yang dipimpin sedemikian rupa, sehingga mereka bersedia mengikuti kehendak pemimpin untuk bekerja dengan sebaik-baiknya sehingga dapat mencapai segala tujuan yang dicita-citakan.

Fungsi Kepemimpinan
Aspek pendekatan prilaku kepemimpinan menekankan pada fungsi-fungsi yang dilakukan pemimpin dan kelompoknya.  Menurut Rival (2004:53), agar kelompok itu berjalan dengan efektif, maka secara operasional seorang pemimpin harus menjalankan lima fungsi pokok kepemimpinan yaitu :
1.    Fungsi Instruksi
Fungsi ini bersifat satu arah. Pemimpin sebagai komunikator merupakan pihak yang menentukan apa, bagaimana, bilamana dan dimana perintah itu dikerjakan agar keputusan dapat dilaksanakan secara efektif. Kepemimpinan yang efektif memerlukan kemampuan untuk menggerakkan dan memotivasi orang lain agar mau melaksanakan perintah.
2.    FungsiKonsultasi
Fungsi ini bersifat dua arah. Pada tahap pertama dalam usaha menetapkan keputusan, pemimpin kerap kali memerlukan bahan pertimbangan yang mengharuskannya berkonsultasi dengan orang-orang yang dipimpinnya yang dinilai mempunyai bahan informasi yang diperlukan dalam menetapkan suatu keputusan. Tahap berikutnya konsultasi dari pimpinan pada orang-orang yang dipimpin dapat dilakukan setelah keputusan ditetapkan dan sedang dalam pelaksanaan. Konsultasi itu dimaksudkan untuk memperoleh masukan berupa umpan balik (feed back) untuk memperbaiki dan menyempurnakan keputusan-keputusan yang telah ditetapkan dan dilaksanakan. Dengan menjalankan fungsi konsultatif dapat diharapkan keputusan-keputusan pimpinan akan mendapat dukungan dan lebih mudah menginstruksikannya, sehingga kepemimpinan berlangsung efektif.
3.    Fungsi Partisipasi
Dalam menjalankan fungsi ini pemimpin berusaha mengaktifkan orang-orang yang dipimpinnya, baik dalam keikutsertaan mengambil keputusan maupun dalam melaksanakannya. Partisipasi bukan berarti bebas berbuat semaunya, tetapi dilakukan secara terkendali dan terarah berupa kerja sama dengan tidak mencampuri atau mengambil tugas pokok orang lain.  Keikutsertaan pemimpin harus tetap dalam fungsi sebagai pemimpin dan bukan sebagai pelaksana.
4.    Fungsi Delegasi
Fungsi ini dilaksanakan dengan memberikan pelimpahan wewenang membuat/menetapkan keputusan, baik melalui persetujuan maupun tanpa persetujuan dari pimpinan. Fungsi delegasi pada dasarnya berarti kepercayaan orang-orang penerima delegasi itu harus yakin merupakan pembantu pimpinan yang memiliki kemampuan prinsip, persepsi dan aspirasi.
5.    Fungsi Pengendalian
Fungsi pengendalian bermaksud bahwa kepemimpinan yang sukses/efektif mampu mengatur aktivitas anggotanya secara terarah dan dalam koordinasi yang efektif, sehingga memungkinkan tercapainya tujuan bersama secara maksimal. Fungsi pengendalian dapat diwujudkan melalui kegiatan bimbingan, pengarahan, koordinasi, dan pengawasan.

Tipe/Gaya Kepemimpinan
Menurut Kartono (2003:69), ada 8 tipe/gaya kepemimpinan yaitu :
1.    Tipe Kharismatis; Pemimpin kharismatis ini memiliki kekuatan energi, daya tarik dan berwibawa.
2.    Tipe Paternalistis, yaitu tipe kepemimpinan yang kebapakan dengan sifat-sifat antara lain sebagai berikut :
a. Dia menganggap bawahannya sebagai manusia yang tidak/belum dewasa, atau  anak sendiri yang perlu dikembangkan.
b.  Dia bersikap terlalu melindungi
c.  Jarang dia memberikan kesempatan kepada bawahan untuk mengambil keputusan sendiri.
d. Dia hampir-hampir tidak memberikan kesempatan kepada bawahan untuk berinisiatif.
e.  Dia tidak memberikan atau hampir-hampir tidak pernah memberikan kesempatan pada pengikutnya dan bawahan untuk mengembangkan imajinasi dan daya kreativitas mereka sendiri.
f.  Selalu bersikap maha tahu dan maha benar.
3.  Tipe Militeristis. Adapun sifat-sifat pemimpin yang militeristis antara lain :
a.  Lebih banyak menggunakan sistem perintah/komando terhadap bawahannya, keras,  sangat otoriter, kaku dan seringkali kurang bijaksana.
b.  Menghendaki kepatuhan mutlak dari bawahannya.
c.  Sangat menyenangi formalitas, upacara-upacara ritual dan tanda-tanda kebesaran yang berlebihan.
d. Tidak menghendaki saran, usul, sugesti dan kritikan-kritikan dari bawahannya.
e.  Komunikasi hanya berjalan satu arah saja.
4.  Tipe Otokratis, kepemimpinan otokratis itu mendasarkan diri pada kekuasaan dan paksaan yang mutlak harus dipenuhi.
5. Tipe Laissez Faire dimana pada tipe kepemimpinan ini pemimpin membiarkan kelompoknya dan setiap orang berbuat semaunya sendiri.
6.    Tipe Populistis. Pada tipe kepemimpinan ini berpegang teguh pada nilai masyarakat yang tradisional dan kurang mempercayai dukungan kekuatan serta bantuan hutang-hutang luar negeri.
7.    Tipe Administratif dan Eksekutif. Kepemimpinan tipe ini adalah kepemimpinan yang mampu menyelenggarakan tugas-tugas administrasi secara efektif. Para pemimpinnya terdiri dari demokrat dan administratur.
8.    Tipe Demokratis. Kepemimpinan demokratis berorientasi pada manusia dan memberikan bimbingan yang efesien kepada para pengikutnya. Kekuatan kepemimpinan ini terletak pada partisipasi aktif dari setiap warga kelompok.
Menentukan tipe/gaya kepemimpinan yang ideal untuk diterapkan dalam suatu organisasi adalah sebuah pilihan yang sulit bagi seorang pemimpin. Dimana pilihan itu nantinya akan menentukan maju dan tidaknya suatu organisasi. Dari sekian banyak gaya kepemimpinan yang ada, pemimpin harus memilih yang mana yang akan diaplikasikan dalam organisasinya. Salah memilih gaya kepemimpinan dalam memimpin organisasi maka akan berdampak bagi kelangsungan organisasi itu nantinya, baik dari segi pencapaian tujuan dan lainnya. Kepemimpinan yang handal dan berkomitmen akan menciptakan organisasi yang maju dan berkualitas.

Syarat Kepemimpinan
Menurut Kartono ( 2003:68 ), Konsepsi mengenai persyaratan kepemimpinan itu harus selalu dikaitkan dengan tiga hal penting yaitu :
1.      Kekuasaan
Adalah kekuatan, otoritas dan legalitas yang memberikan wewenang kepada pimpinan guna mempengaruhi dan menggerakkan bawahan untuk berbuat sesuatu.
2.      Kewibawaan
Adalah kelebihan, keunggulan, sehingga orang tersebut patuh kepada pemimpin dan bersedia untuk melakukan perbuatan tertentu.
3.      Kemampuan
Adalah segala daya, kesanggupan, kekuatan, dan kecakapan atau keterampilan teknis ataupun sosial yang sanggup melebihi dari kemampuan anggota biasa.

Kepemimpinan dalam organisasi
Organisasi merupakan suatu kelompok orang dalam suatu wadah untuk tujuan bersama. Organisasi pada dasarnya digunakan sebagai tempat atau wadah dimana orang-orang berkumpul, bekerjasama secara rasional dan sistematis, terencana, terorganisasi, terpimpin dan terkendali, dalam memanfaatkan sumber daya (uang, material, mesin, metode, lingkungan), sarana-parasarana, data, dan lain sebagainya yang digunakan secara efisien dan efektif untuk mencapai tujuan organisasi.  Menurut pendapat Stoner dalam Racham ( 2010 ), mengatakan bahwa organisasi adalah suatu pola hubungan-hubungan yang melalui mana orang-orang di bawah pengarahan atasan/manajer untuk mengejar tujuan bersama ataupun tujuan khusus organisasi, “leading followers toward some specific goal” (Taylor, et all. 2011: 183). Dalam organisasi, kepemimpinan adalah tentang kepercayaan diri dan pengambilan keputusan.
Ada beberapa sikap yang layak harus dilakukan oleh seorang calon pemimpin jika ingin menjadi pemimpin dalam organisasi. Beberapa sikap kepemimpinan dalam organisasi yang baik sebagai berikut :
1.      Tindakan kepemimpinan yang efektif
Adalah penting bagi seorang pemimpin untuk dapat dipercaya dan memiliki karakter yang kuat. Seorang pemimpin harus mampu memimpin para pengikutnya. Kepemimpinan dalam organisasi yang efektif “development of effective leaders” (Judge & Bono dalam Jia Hu, et all, 2011),  harus melibatkan  dan membimbing para pengikutnya ke arah yang benar, membantu mereka mencapai tujuan yang diharapkan. Kata-kata dalam kepemimpinan organisasi akan efektif jika disertai dengan tindakan. Jadi dalam organisasi, seorang pemimpin harus menjadi teladan bagi para pengikutnya melalui kehidupan dan tindakannya sendiri. Adapun strategi kepemimpinan yang efektif diantaranya :
a.       Mengetahui keadaan anak buah
Untuk menjadi seorang pemimpin yang baik, anda harus mengetahui keadaan anak buah. Pemimpin harus membuat pilihan, memberikan tanggung jawab dan memilih orang-orang yang layak untuk mengimplementasikan keputusan pemimpin. Memahami potensi anak buah anda adalah penting bagi pelaksanaan kerja yang tepat. Membuat pilihan yang adil dan tepat pada waktu yang tepat adalah ciri yang baik untuk kepemimpinan dalam organisasi.
b.      Menghargai orang lain
Seorang pemimpin harus ingat bahwa dia memimpin orang banyak dan orang-orang inilah yang nantinya akan membuatnya menjadi seorang pemimpin dan mengikutinya. Hal ini tidak akan adil jika pemimpin tidak memperhatikan mereka, apa yang mereka inginkan. Para pengikut/bawahan memiliki harapan dari pimpinan mereka. Untuk menjadi pemimpin yang baik, pemimpin perlu pemahaman dan perhatian dengan orang-orang di bawah. Pemimpin perlu untuk membantu mereka memerangi kelemahan mereka, memuji mereka dan membawa mereka bersama di jalan kesuksesan.
2.      Menjadi Antusias
Seorang pemimpin organisasi yang antusias  adalah pemimpin yang baik. Tujuannya adalah memotivasi pengikutnya untuk bekerja dan merealisasikan rencana. Keterampilan kepemimpinan dalam organisasi sangat mendorong para pengikutnya untuk mengambil upaya menuju tujuan yang diharapkan dalam organisasi. Seorang pemimpin yang antusias dan berpikiran terbuka akan lebih didekati oleh para pengikutnya.
3.      Menjadi percaya diri
Kepercayaan diri adalah penentu kunci dari kepemimpinan dalam organisasi. Tanpa kepercayaan diri, seorang pemimpin tidak bisa mengharapkan orang lain untuk mengikutinya. Kepercayaan diri yang dimiliki seorang pemimpin dalam dirinya, diterjemahkan ke dalam tindakan untuk mengambil keputusan yang tepat dan tindakan yang efektif.
4.      Sikap tenang
Mampu bersikap tenang dalam setiap situasi adalah bagian penting dari menjadi seorang pemimpin yang baik. Rasa tenang membantu dalam mengambil keputusan yang tepat. Dalam situasi apapun pemimpin tidak boleh kehilangan ketenangan karena hal itu akan mengganggu proses pengambilan keputusan organisasi dan berpengaruh pada tujuan organisasi.

Penutup
Berdasarkan permasalahan dan pembahasan  di atas, dapat disimpulkan bahwa kepemimpinan dalam organisasi itu penting adanya. Segala sesuatu yang berkaitan dengan pencapaian tujuan organisasi akan kembali pada bagaimana kepemimpinan dalam organisasi itu sendiri. Gaya kepemimpinan sangat besar pengaruhnya terhadap eksistensi dan dinamika dalam suatu organisasi. Semakin tinggi kedudukan seorang pemimpin dalam suatu organisasi, maka semakin dituntut kemampuannya baik secara konseptual maupun ketrampilannya dalam memimpin organisasi. Bagaimana pemimpin dalam melakukan perencanaan, mengorganisasikan, menggerakkan dan melakukan pengawasan serta evaluasi terhadap setiap kegiatan yang ada. Kepemimpinan yang baik dan optimal akan membuat organisasi maju dan berkembang demi pencapaian tujuan dan membentuk suatu organisasi yang berkualitas.
Saran yang bisa disampaikan : Kepemimpinan tidak harus terpaku terhadap apa yang sudah ditentukan, akan tetapi kunci keberhasilan seorang pemimpin hanya dengan menjaga kepercayaan para pengikutnya/bawahannya dan menggunakan kekuasaan yang diperolehnya dengan sebenar-benarnya. Jadi bagi mereka yang menginginkan menjadi seorang pemimpin dalam organisasi, hendaknya harus menggunakan hati dan memiliki pemahaman konseptual yang tinggi, sehingga mampu memajukan dan mengembangkan organisasi yang  dipimpinnya.
Daftar Pustaka
Conger, Jay A. And Ronald E. Riggio, 2007.The Practice of Leadership Developing the Next Generation of Leaders 7 by Jossey-Bass Inc., Publishers, 350 Sansome Street, San Francisco, California 94104
Jia Hu, at all, 2011. “Transformational Leadership And Organizational Citizenship Behaviors: Looking At The Role Of Both Leaders’ And Followers’ Core Self-Evaluation. In 10.5464.AMBPP.2011.29.a
Kartono, Kartini. 2003. Pemimpin dan Kepemimpinan, Jakarta : PT Raja Grafindo Persada
Kıyak, Mithat  Tuba Bozaykut , Pınar Güngör &  Esra Aktas, 2011. “Strategic Leadership Styles and Organizational Financial Performance: A Qualitative Study on Private Hospitals”. In  Procedia Social and Behavioral Sciences 24 (2011) 1521–1529
Rachman, Abdul talib. 2010 . Pengembangan Organisasi : “Enterpreneur Mendalami Faktor Kunci Organisasi dalam Strategi Daur Hidup Organisasi” http://organisasiator.wordpress.com/
Rival, Veithzal. 2004. Kepemimpinan dalam Prilaku Organisasi, Jakarta : PT Raja Grafindo Persada
Taylor, Heather Getha.  2011. “Focusing the Public Leadership Lens: Research Propositions and Questions in the Minnowbrook Tradition”.  In JPART 21 (183-197)  Published by Oxford University Press on behalf of the Journal of Public Administration Research and Theory.
Tikhomirov, Aleksey , 2008.  Comments on the article by Tracey Trottier, Montgomery Van Wart, and XiaoHu Wang, “Examining the Nature and Signifi cance of Leadership in Government Organizations,” PAR 68(2). Public Administration Review
Thoha, Mifta. 2001. Kepemimpinan dalam Manajemen, Jakarta : PT Grafindo Persada
Wedaran. 2013. “Kepemimpinan dalam organisasi untuk mencapai tujuan” htpp://www.wedaran.com/5372/

1 komentar: