Sabtu, 30 Januari 2016

PELAKSANAAN PROGRAM GERBANG SADU MANDARA DI DESA SANGSIT KECAMATAN SAWAN KABUPETEN BULELENG



Oleh: Made Suastika1 dan Putu Agustana2
(Locus Majalah Ilmiah Fisip Vol 4 No. 1- Agustus 2015, hal 1-10)

Abstrak
Berbagai program telah dan sedang dilaksanakan oleh pemerintah dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Salah satu program yang sedang dilaksanakan oleh Pemerintah Provinsi Bali dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat adalah Gerakan Pembangunan Desa Terpadu (Gerbang Sadu ) Mandara, yang merupakan program pemberian bantuan keuangan khusus oleh pemerintah Provinsi Bali kepada desa-desa kategori miskin di 6 kabupaten yakni Buleleng, Bangli, Gianyar, Tabanan, Klungkung, dan Karangasem. Bantuan diberikan dalm bentuk uang tunai sejumlah Rp.1.020.000.000,- untuk masing-masing desa yang proposalnya disetujui. Bantuan tersebut disalurkan lewat BUMDes dengan pemanfaatan dana : 20% (Rp.200.000.000,-) dipergunakan untuk sarana dan prasarana infrastruktur pemasaran, 80% (Rp.800.000.000,-) untuk usaha pengembangan ekonomi masyarakat perdesaan. Yang Rp.20.000.000,- untuk dana operasional. Masyarakat dilibatkan secara penuh dalam program ini, mulai dari sosialisasi, perencanaan, penggalian gagasan, pelaksanan kegiatan, evaluasi sampai peda pelestarian kegiatan.

Kata kunci : kebijakan, pembangunan, partisipasi, masyarakat, kemiskinan



 
1Mahasiswa Fisip Tugas Akhir, 2 Staf Pengajar Fisip Universitas Panji Sakti

1.        Pendahuluan
Timbulnya krisis moneter dan ekonomi yang melanda Indonesia sejak pertengahan tahun 1997, telah mengakibatkan melonjaknya pengangguran dan peningkatan jumlah kelompok masyarakat miskin, baik di perkotaan maupun di perdesaan. Krisis moneter dan ekonomi ini memang telah memporak-porandakan sendi-sendi kehidupan ekonomi bangsa Indonesia. Pemerintah beserta seluruh bangsa Indonesia telah berupaya semaksimal mungkin untuk segera bisa lepas dari krisis tersebut. Berbagai program telah dilaksanakan untuk menanggulangi kondisi tersebut, seperti melaksanakan program Jaring Pengaman Sosial (JPS), Inpres Desa Tertinggal (IDT), Pembangunan Prasarana Pendukung Desa Tertinggal (P3DT), Program Pengembangan Kecamatan (PPK), Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri. Juga telah pernah dilaksanakan program peningkatan kesejahteraan keluarga tertinggal melalui Program Keluarga Pra-Sejahtera (Pra-KS dan KS-1) yang dimotori oleh BKKBN, serta program Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM) yang merupakan pemberian dana secara tunai kepada Rumah Tangga Miskin (RTM) sebagai kompensasi kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM).
Sejak tahun 2012,Pemerintah Provinsi Bali mencanangkan program Gerakan Pembangunan Desa Terpadu  Mandara(Gerbang Sadu Mandara), sebagai wadah bersama masyarakat perdesaan dalam membangun diri dan lingkungannya secara mandiri dan partisipatif, yang mencakup pembangunan infrastruktur pedesaan serta pengembangan usaha ekonimi produktif di perdesaan, menjadi salah satu program inti dalam percepatan penanggulangan kemiskinan di Provinsi Bali. Gerbang Sadu Mandara (GSM) merupakan program/kegiatan yang menempatkan upaya penanggulangan kemiskinan dan pengangguran serta pengurangan ketimpangan pembangunan antar wilayah ( Peraturan Gubernur Bali Nomor 52  Tahun 2013).
Prioritas utama kegiatan ini adalah meningkatkan kesejahteraan masyarakat miskin, dengan hasil yang ingin dicapai adalah : (1) menurunnya jumlah penduduk miskin dan terciptanya lapangan kerja yang mampu mengurangi tingkat pengangguran terbuka; (2) meningkatnya peran desa sebagai basis pertumbuhan ekonomi; (3) meningkatnya kualitas manusia secara menyeluruh tercermin dari membaiknya angka Indeks Pembangunan Manusia (IPM); (4) membaiknya mutu lingkungan hidup dan pengelolaan sumberdaya alam yang mengarah pada pembangunan berkelanjutan di seluruh sektor dan bidang pembangunan perdesaan; dan (6) membaiknya infrastruktur yang ditujukan oleh meningkatnya kuantitas dan kualitas berbagai sarana penunjang pembangunan. ( Peraturan Gubernur Bali Nomor 52 Tahun 2013).

Gerbang Sadu Mandara (GSM) berupaya mendorong pembangunan desa yang berbasis pada sosial ekonomi masyarakat. Lebih lanjut Gerbang Sadu Mandara diharapkan dapat mendorong kemandirian masyarakat dan desa dalam membangun diri dan lingkungannya secara mandiri melalui peningkatan pendapatan, sesuai dengan tujuan umumnya yaitu mempercepat pengentasan kemiskinan melalui pembangunan infrastruktur dan sosial ekonomi masyarakat di perdesaan dengan berbasis pada sumber daya local, mengangkat potensi desa, mengurangi kesenjangan antar wilayah dan untuk meningkatkan pendapatan masyarakat desa.
Sedangkan tujuan khusus dari program Gerbang Sadu Mandara adalah: (1) menumbuhkan kreativitas masyarakat dalam pemanfaatan potensi dan sumber daya alam yang ada secara optimal, lestari, dan berkelanjutan, serta meningkatkan pendapatan masyarakat desa agar secara bertahap mampu membangun diri dan lingkungannya secara mandiri; (2) menyediakan sarana dan prasarana dasar yang mendukung peningkatan usaha ekonomi dan pendapatan masyarakat perdesaan; (3) meningkatkan dan mengembangkan usaha ekonomi mokri sesuai dengan potensi dan sumberdaya local serta pengurangan pengangguran; dan (4) meningkatkan kapasitas dan partisipasi masyarakat dalam proses pembangunan infrastruktur dan sosial ekonomi secara partisipatif melalui rangkaian musyawarah pembangunan dari tingkat dusun hingga ke tingkat desa.

Desa Sangsit Kecamatan Sawan merupakan salah satu desa yang mendapat bantuan dana lewat Program Gerbang Sadu Mandara pada tahun 2013. Desa Sangsit meskipun letaknya tidak begitu jauh dengan kota Singaraja, tetapi jumlah Rumah Tangga Miskinnya (RTM) terbilang cukup besar yakni sekitar 13,1 %  atau tepatnya 404 RTM dari 3079 Kepala Keluarga (KK) yang ada di Desa Sangsit. Dengan adanya bantuan dari Pemerintah Propinsi Bali melalui program Gerbang Sadu Mandara, diharapkan jumlah RTM tersebut bisa dikurangi.
Berdasarkan uraian di atas, maka dapat dirumuskan masalah penelitian sebagai berikut : 1)bagaimanakah Pelaksanaan Program Gerakan Pembangunan Desa Terpadu Mandara (Gerbang Sadu Mandara) di Desa Sangsit Kecamatan Sawan Kabupaten Buleleng  ? ; 2)bagaimanakah partisipasi masyarakat dalam pelaksanaan Gerakan Pembangunan Desa Terpadu Mandara (Gerbang Sadu Mandara) di Desa Sangsit Kecamatan Sawan Kabupaten Buleleng  ?; dan 3)bagaimanakah dampak pelaksanaan Gerakan Pembangunan Desa Terpadu Mandara (Gerbang Sadu Mandara) terhadap penanggulangan  kemiskinan di Desa Sangsit Kecamatan Sawan Kabupaten Buleleng  ?

2.    Metode Penelitian
Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Menurut Bungin (2012 : 32 ), penelitian kualitatif adalah penelitian yang menghasilkan data deskriptif mengenai kata-kata lisan maupun tertulis dan tingkah laku yang dpat diamati dari orang-orang yang diteliti. Sedangkan menurut Trianto (2009 : 179) penelitian kualitatif adalah penelitian yang percaya bahwa kebenaran adalah dinamis dan dapat ditemukan hanya melalui penelaahan terhadap orang-orang melalui interaksinya dengan situasi sosial mereka. Pada penelitian kualitatif, penelitian dilakukan pada objek yang alamiah maksudnya, objek yang berkembang apa adanya, tidak dimanipulasi oleh peneliti dan kehadiran peneliti tidak begitu mempengaruhi dinamika pada objek tersebut.
Yang menjadi informan dalam penelitian ini terutama adalah Perbekel, tokoh masyarakat dan anggota masyarakat Desa Sangsit yang terlibat dalam program Gerbang Sadu Mandara. Informan tersebut ditunjuk secara purposive dengan mempertimbangkan pengetahuan mereka tentang masalah yang ditelaah.
Hal pertama yang dilakukan sebelum memulai seluruh tahapan penelitian kualitatif adalah menetapkan research question atau fokus penelitian                                  ( Hendarso,2007 : 170 ). Adapun yang menjadi fokus dalam penelitian ini adalah :
1.        Pelaksanaan Program Gerbang Sadu Mandara (GSM) di Desa Sangsit, yang meliputi : Proses sosialisasi dan penyusunan rencana oleh masyarakat untuk melaksanakan program penanggulangan kemiskinan melalui program Gerbang Sadu Mandara, Pelaksanaan program Gerbang Sadu Mandara, siapa dan bagaimana melaksanakannya, Proses pengawasan dan monitoring terhadap pelaksanaan program Gerbang Sadu Mandara, serta evaluasi terhadap pelaksanaan Gerbang Sadu Mandara dan hasil-hasilnya.
2.        Partisipasi masyarakat Desa Sangsit dalam pelaksanaan Gerbang Sadu Mandara, dalam hal ini dilihat bentuk-bentuk partisipasi masyarakat dalam pelaksanaan Gerbang Sadu Mandara di Desa Sangsit.
3.        Dampak dari pelaksanaan Gerbang Sadu Mandara yang meliputi :dampak positif dari program Gerbang Sadu Mandara, dampak negatif dari program Gerbang Sadu Mandara, serta hasil-hasil dari program Gerbang Sadu Mandara
Penelitian ini mengambil lokasi di Desa Sangsit Kecamatan Sawan Kabupaten Buleleng, dengan tujuan untuk mengetahui implementasi / pelaksanaan Program Gerbang Sadu Mandara yang merupakan program pemerintah Provinsi Bali dalam rangka penanggulangan kemiskinan. Selanjutnya pengumpulan data dengan mempergunakan teknik observasi, wawancara, dan pemanfaatan dokumen.
Analisis data dilakukan dengan menggunakan analisis kualitatif. Dalam hal ini analisis dilakukan sepanjang berlangsungnya penelitian dan dilakukan secara terus menerus (sirkuler) dari awal sampai akhir penelitian. Dalam melakukan kegiatan tersebut dilaksanakan berbagai tindakan, yakni tidak saja penggalian data yang intensif, tetapi   disertai pula dengan kategorisasi data, penyusunan proposisi yang kesemuanya itu mendasarkan diri kepada perolehan data di lapangan.
Selain itu, kegiatan interpretasi data juga tidak akan diabaikan. Dengan mengacu kepada apa yang dikemukakan oleh Suparlan (2002 : 57) bahwa dalam interpretasi itu digunakan pendekatan interpretatif kualitatif, yakni penafsiran yang menggunakan pengetahuan, ide-ide, dan konsep-konsep yang ada pada masyarakat yang ditelaah.

3. Hasil Penelitian Dan Pembahasan
3.1. Pelaksanaan Program Gerbang Sadu Mandara di Desa Sangsit
Pelaksanaan Gerbang Sadu Mandara diawali dengan adanya Kesepakatan Bersama Gubernur Bali dengan Bupati Buleleng, Tabanan, Badung, Gianyar, Bangli, Klungkung, dan Karangasem tentang Program/Kegiatan Gerakan Pembangunan Desa Terpadu Tahun 2013. Selanjutnya berdasarkan atas Peraturan Gubernur Bali Nomor : 52 Tahun 2013 tentang Petunjuk Teknis Bantuan Keuangan Khusus kepada Desa melalui Program/Kegiatan Gerakan Pembangunan Desa Terpadu Mandara ( Gerbang Sadu Mandara ) di Provinsi Bali. Kemudian Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD) Provinsi Bali melakukan identifikasi dan verifikasi terhadap desa-desa sasaran yang akan memperoleh Bantuan Khusus Keuangan   ( BKK)  melalui program Gerbang Sadu Mandara. Lokasi sasaran Gerbang Sadu Mandara melalui APBD Provinsi Bali difokuskan pada desa yang jumlah penduduk miskinnya didasarkan pada jumlah RTS dan jumlah KK (Kepala Keluarga) tebanyak pada desa-desa miskin dihitung secara absolut berdasarkan data PPLS 2011, yang terdapat di 6 (enam) kabupaten tersebut di atas.
Desa-desa yang telah ditetapkan sebagai lokasi sasaran Gerbang Sadu Mandara diwajibkan untuk membuat proposal tentang rencana pemanfaatan dana GSM yang didasarkan pada potensi desa, permasalahan yang ada di desa serta merumuskan perencanaan pembangunan bersama dengan lembaga-lembaga desa seperti Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), serta tokoh-tokoh masyarakat.
Desa Sangsit sebagai salah satu desa di Kabupaten Buleleng yang ditetapkan sebagai penerima Bantuan Khusus Keuangan (BKK) melalui program Gerbang Sadu Mandara lewat APBD Provinsi Bali tahun 2014 setelah proposalnya diterima oleh tim identifikasi dan verifikasi Provinsi Bali. Adapun jumlah bantuan yang diterima adalah sebesar Rp.1.020.000.000,- (satu milyar dua puluh juta ruliah).
Sebelum dana dari pemerintah Provinsi Bali sebesar Rp.1.020.000.000,- cair dan diterima oleh masyarakat, desa diwajibkan untuk mensosialisasikan kepada seluruh masyarakat terkait program Gerbang Sadu Mandara tersebut. Juga diwajibkan untuk membentuk Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang ditetapkan melalui Peraturan Kepala Desa. BUMDes ini selanjutnya bertindak sebagai Tim pelaksana Kegiatan (TPK) Gerbang Sadu Mandara dalam bidang pengembangan usaha perekonomian masyarakat perdesaan.
Selanjutnya dana sebesar Rp.1.020.000.000,- dikelola oleh BUMDes “Sidi Amertha” dipergunakan untuk kegiatan seperti : usaha peternakan (sapi, babi, kambing, unggas), usaha industri kecil/rumah tangga, usaha simpan pinjam, pembangunan toko yadnya dan souvenir, serta pembangunan sarana air bersih.
Semua kegiatan yang dilaksanakan dalam program Gerbang Sadu Mandara di Desa Sangsit mendapatkan pemantauan, pengawasan dan evaluasi oleh pihak-pihak terkait. Tujuan dari kegiatan pengendalian (pemantauan, pengawasan, dan evaluasi) adalah untuk menjaga agar setiap proses Gerbang Sadu Mandara selalu sesuai dengan aturan, prinsip, dan kebijakan yang telah ditetapkan. Juga agar hasil-hasil dalam seluruh tahapan kegiatan diperoleh melalui proses dan mekanisme yang benar, serta sesuai dengan rencana yang telah ditentukan. Mengendalikan agar setiap pelaku Gerbang Sadu Mandara dapat menjalankan tugas dan tanggung jawabnya secara baik sesuai dengan fungsinya masing-masing.
Selanjutnya evaluasi dalam Gerbang Sadu Mandara dilakukan secara berkala terhadap seluruh kegiatan GSM di Desa Sangsit. Kegiatan evaluasi termasuk melakukan evaluasi perkembangan pengelolaan kegiatan, kualitas kegiatan, dan menilai hasil pelaksanaan usaha ekonomi masyarakat serta perkembangan BUMDes.

3.2. Partisipasi Masyarakat dalam Pelaksanaan Gerbang Sadu Mandara di Desa Sangsit

Menyadari akan pentingnya partisipasi masyarakat terhadap keberhasilan suatu kegiatan, maka masyarakat Desa Sangsit sangat antusias menyambut adanya bantuan dari pemerintah berupa program pengentasan kemiskinan lewat Bantuan Keuangan Khusus (BKK) melalui Gebang Sadu Mandara. Apalagi dana yang digelontorkan oleh Pemerintah Provinsi Bali untuk Desa Sangsit lumayan besar. Masyarakat Desa Sangsit berperan secara aktif dalam proses atau alur tahapan program dan pengawasannya, mulai dari tahap sosialisasi, perencanaan, dan pelestarian kegiatan dengan memberikan sumbangan tenaga, pikiran, atau dalam bentuk materil.
Partisipasi masyarakat dalam program Gerbang Sadu Mandara, lebih diprioritaskan pada keterlibatan secara aktif Rumah Tangga Miskin (RTM), sebagai kelompok sasaran (target group) dalam program pengentasan kemiskinan ini. Karena merekalah yang nantinya menjadi sasaran dari pendistribusian dana maupun pembangunan infrastruktur sebagai implementasi dari program GSM tersebut.
Partisipasi masyarakat tersebut sudah terlihat dari proses sosialisasi program GSM, perencanaan yang didalamnya melalui proses musyawarah penggalian gagasan berupa pertemuan kelompok-kelompok di dusun/banjar untuk menentukan gagasan-gagasan sesuai kebutuhan masyarakat terutama penduduk miskin/RTM. Dalam tahapan pelaksanaan kegiatan sampai pada pemantauan dan evaluasi juga melibatkan peran serta seluruh lapisan masyarakat.

3.3. Dampak Pelaksanaan Gerbang Sadu Mandara terhadap Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat di Desa Sangsit

Dampak (impact) adalah akibat lebih jauh pada masyarakat sebagai konsekuensi adanya kebijakan yang diimplementasikan ( Subarsono, 2005 ). Sebagai salah satu kebijakan Pemerintah Provinsi Bali, dibawah kepemimpinan Gubernur Bali, I Made Mangku Pastika, Gerbang Sadu Mandara tentunya diharapkan memiliki dampak positif terhadap kehidupan masyarakat di perdesaan.
Program Gerbang Sadu Mandara di Desa Sangsit tahun 2014, bisa disebut berhasil. Hal ini bisa dilihat dari keberhasilan dari pelaksanaan kegiatan Gerbang Sadu Mandara yang diukur dengan beberapa indikator kinerja, yaitu : (1) Indikator Output, yakni tersalurkannya dana BKK sebesar Rp.1.020.000.000,- untuk Desa Sangsit sebagai pelaksana Gerbang Sadu Mandara; (2) Indikator Out come, tersedianya infrastruktur perdesaan dibangunnya kios-kios toko yadnya dan souvenir serta pemasangan pipa air bersih yang mengaliri 83 RTM di Banjar Sema dan Banjar Abasan ,dan terciptanya beberapa usaha ekonomi produktif perdesaan seperti usaha ternak dan unggas, keberadaan toko yadnya dan souvenir yang semakin berkembang; (3) Indikator Benefit, yakni menurunnya angka pengangguran dan tingkat kemiskinan serta meningkatnya lapangan pekerjaan di Desa Sangsit; dan (4) Indikator Impact (dampak) adalah meningkatnya pendapatan dan kesejahteraan masyarakat Desa Sangsit.



4.    Simpulan
Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan hal-hal sebagai berikut :
1.Upaya pemerintah khususnya Pemerintah Provinsi Bali untuk mengentaskan kemiskinan lewat Program Gerakan Pembangunan Desa Terpadu Mandara (Gerbang Sadu Mandara ), dilaksanakan dengan sungguh-sungguh oleh pihak-pihak yang terkait dalam program tersebut. Desa Sangsit sebagai salah satu desa penerima bantuan Gerbang Sadu Mandara, memanfaatkan dengan baik dana bantuan pemerintah sebesar Rp.1.020.000.000,- untuk usaha/kegiatan ekonomi produktif masyarakat dan pembangunan infrastruktur di desanya.
2.Keterlibatan secara aktif seluruh komponen masyarakat Desa Sangsit khususnya penduduk miskin/RTM dalam pelaksanaan program Gerbang Sadu Mandara menjadi kunci keberhasilan program tersebut. Masyarakat terlibat aktif pada semua alur tahapan program Gerbang Sadu Mandara, mulai dari sosialisasi, perencanaan, penggalian gagasan, pelaksanaan kegiatan, pengawasan, evaluasi sampai pada pelestarian kegiatan dalam hal ini memelihara usaha/kegiatan tersebut agar dapat bermanfaat bagi seluruh masyarakat.
3.Program Gerbang Sadu Mandara yang dilaksanakan di Desa Sangsit pada tahun 2014, berdampak positif terhadap peningkatan kesejahteraan hidup masyarakat desa. Terjadi pengurangan jumlah pengangguran, meningkatnya pendapatan masyarakat miskin, merupakan dampak positif yang diakibatkan oleh adanya keberhasilan Program Gerakan Pembangunan Desa Terpadu Mandara (Gerbang Sadu Mandara) di Desa Sangsit.



DAFTAR PUSTAKA
Abdul Wahab, Solichin, 2001, Analisis Kebijakan dari Formulasi ke Implementasi Kebijakan Negara,Jakarta : Bumi Aksara.
Bungin,Burhan, 2012,Analisis Data Penelitian Kualitatif : Pemahaman Filosofis ke Arah Penguasaan Model Aplikasi, Jakarta : Raja Grafindo Perkasa
Chaniago,Adrinof A., 2001, Gagalnya Pembangunan, Kajian Ekonomi Politik Terhadap Akar Krisis Indonesia, Jakarta : Pustaka LP3ES.
Gubernur Bali, 2013. Peraturan Gubernur Bali Nomor 52 Tahun 2013 tentang Petunjuk Teknis Bantuan Keuangan Khusus Kepada Desa Melalui Program/Kegiatan Gerakan Pembangunan Desa terpadu Mandara (Gerbang Sadu Mandara) di Provinsi Bali.
Hendarso,Emy Susanti, 2007. Metode penelitian Sosial,Berbagai Alternatif Pendekatan dalam Bagong Suyanto dan Sutinah (ed), Penelitian Kualitatif : Sebuah Pengantar, Jakarta : Kencana Prenada Media Group.
Islamy, Irfan, 2001, Prinsip-Prinsip Perumusan Kebijaksanaan Negara, Jakarta : Bumi Aksara.
Moleong, Lexy J., 2000,Metodologi Penelitian Kualitatif, Bandung : Remaja Karya.
Muhadjir,Noeng, 2007. Metodelogi Keilmuan (Paradigma Kualitatif, Kuantitatif dan Mixed), Yogyakarta : Rake Sarasin.
Soetrisno,Loekman, 1995, Menuju Masyarakat Partisipatif, Yogyakarta: Kanisus.
Subarsono,AG.,2011,Analisis Kebijakan Publik-Konsep,Teori dan Aplikasi, Yogyakarta : Pustaka Pelajar.
Suprapta,I Nyoman, 2004, Persoalan Dasar dalam Proses Pembangunan dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhi (Kajian Teori Ekonomi Pembangunan) dalam Widyatech Jurnal Sains dan Teknologi Vol.4 No.1 Agustus 2004, Singaraja : P3M Universitas Panji Sakti.
Tianto, 2009, Pengantar Penelitian Pendidikan bagi Pengembangan Profesi Pendidik dan Tenaga Kependidikan, Jakarta : Kencana
Winarno,Budi, 2010, Kebijakan Publik-Teori dan Proses, Yogyakarta : Media Presindo.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar